Pages

UIN Sunan Kalijaga jadi LPTK Guru Agama

UIN Sunan Kalijaga jadi LPTK Guru Agama
JOGJA - Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga sudah ditunjuk Kementerian Agama menjadi salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di wilayah Jogjakarta dan Karesidenan Surakarta. Kemarin, UIN Sunan Kalijaga mewisuda 418 guru agama di Solo dan Jogjakarta yang mengikuti Program sarjana Dual Mode System (DMS).
Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga merupakan salah satu LPTK yang ditunjuk Kementerian Agama RI untuk menyelenggarakan Program DMS bagi para guru yang berada di wilayah Propinsi DIY dan Karesidenan Surakarta. LPTK UIN Sunan Kalijaga menjadi LPTK Induk, sementara IAIN Surakarta menjadi LPTK mitra yang juga memiliki wewenang yang sama namun wisuda dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Musa Asy'arie mengatakan DMS merupakan program kerjasama antara UIN Sunan Kalijaga degnan Kementerian Agama terkait terbitnya UU nomor 15 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undanga itu, guru profesional memiliki kualifikasi akademik S1 /D4, memiliki kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani-rohani dan memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. "Dan sampai batas waktu tahun 2015, semua guru diwajibkan telah menyandang kualifikasi akademik S1/D4," katanya, Rabu (21/3).
Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Nasional, jumlah guru yang harus ditingkatkan kualifikasi akademiknya sebanyak 1.366.397 guru atau 60,2 persen. Sedangkan guru agama yang bernaung di Kemenag, mencapai 524.543 guru yang terdiri dari 220.742 guru lulusan sarjana dan 303.801 guru yang lulusan SMA dan D-II. Program DMS bertujuan melakukan percepatan pembekalan agar guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik sebagai guru profesional, bisa mengejarnya hingga 2015 nanti. "Ini hanya diperuntukkan bagi para guru tetap baik yang berstatus PNS maupun non-PNS," katanya.
Program ini mengembangkan model perkuliahan perpaduan antara tatap muka dan belajar mandiri supaya tidak mengganggu tugas utama guru untuk mengajar. Pengakuan terhadap hasil belajar peserta dengan pemberlakuan konversi dan tugas akhir yang disusun melalui pendidikan tenaga kependidikan, sehingga dapat mengukur kompetensi yang harus dikuasai peserta.
Wisuda kemarin diikuti oleh 418 guru yang terdiri dari 108 orang lulus Program DMS DIKTIS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Lulusan lain adalah 31 orang dari Program DMS DIKTIS Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, 49 orang lulus Program DMS DIPTAIS Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga
Kemudian, 155 orang lulus Program DMS DIKTIS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Surakarta, dan 75 orang lulus Program DMS DIKTIS Pendidikan Agama Islam IAIN Surakarta. Dari jumlah yang diwisuda, 6 orang berhasil meraih predikat cumlaude yaitu Sri Mulyani dengan IPK 3,57; Ana Himarawati dengan IPK 3,53; Nuryani dengan IPK 3,52; Fitri Lisna Wulandari dengan IPK 3,51; Retnowati Wulandari dengan IPK 3,51; Susanti dengan IPK 3,51.
Lebih lanjut, Musa berharap berbagai pengalaman, praktik keilmuan dan keterampilan yang didapat di kampus, dapat berkorelasi positif dalam meningkatkan profesionalisme guru. Dia mengingatkan guru memiliki tanggung jawab memajukan pendidikan bangsa. "Kalau profesionalitas pendidik merata, kualitas pendidikan akan makin meningkat secara merata sehingga kemajuan bisa tercapai," harap Musa. (sit/iwa)


Sumber : http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/24522-uin-sunan-kalijaga-jadi-lptk-guru-agama.html

0 komentar:

Poskan Komentar